Maaf dikarenakan kesibukan saya bekerja, saya jarang sekali nulis di blog.
Sekarang saya akan mereview drama korea yang baru saja selesai saya tonton. Judulnya It's Okay, That's Love. Mungkin ada yang sudah tau drama ini karena begitu populer dan mempunyai rating yang tinggi. Secara pemain-pemainnya papan atas semua. Drama ini berhasil membuat saya bahagia sekali karena ending yang sangat manis dan sempurna. Okay lets start to my review.
1. Sinopsis
Drama ini mengisahkan tentang seorang penulis bernama Jang Jeo Yeol (diperankan oleh Jo In Sung) yang mempunyai penyakit gangguan mental (bukan gila/stress). Gangguan itu disebabkan masa lalu yang begitu buruk dan pahit yang harus diterimanya ketika dia berumur 16 tahun (masih muda banget harus mengalami itu). Gangguan mentalnya itu tidak terlihat, dia sama seperti orang normal. Akhirnya dia bertemu dengan Ji Hae Soo (diperankan oleh Gong Hyo Jin) seorang dokter psikiater di sebuah acara talk show. Jang Jeo Yeol tidak bisa memecahkan teka teki yang diberikan oleh Ji Hae Soo yang akhirnya membuatnya penasaran dengan psikiater itu. Tapi ternyata Ji Hae Soo juga mempunyai gangguan mental yang disebabkan trauma melihat ibunya berselingkuh dengan orang lain. Ceritapun berlanjut sampai akhirnya mereka berdua mengetahui penyakit satu sama lain dan mulai mencoba untuk membantu menyembuhkan. Bisa ditebak kan mereka pasti akan sama-sama jatuh cinta. Nice...
2. Soundtrack
Lagu-lagu di drama ini liriknya menyentuh banget. Ada yang menceritakan tentang indahnya jatuh cinta, dan ada pula yang menceritakan tentang berhenti mencintai demi kebaikan kekasihnya. Mewek dengernya :( Ya walaupun yang ga ngerti bahasa korea harus searching terjemahannya dulu (seperti saya hehhe..)
3. Pemain
Ada 3 pemain yang sangat saya sukai karena mereka sudah berakting di drama korea terdahulu yang saya sukai. Seperti Jo In Sung yang sukses bermain di drama That Winter The Wind Blow, Gong Hyo Jin yang sukses di drama Master Sun dan Lee Kwang Soo si jerapah dalam acara favorit Running Man.
4. Kiss Scene
Sudah menjadi ciri khas drama korea dan mungkin hampir semua film yang ada. Namun di drama ini, kiss scene terlampau banyak, malah kesannya kiss scene ini adalah kiss biasa seperti cipika cipiki. Jadi saya sarankan kalian yang akan nonton drama ini harus di atas 20 tahun. Bukan hanya kiss nya saja tetapi ada kata-kata yang berhubungan dengan s*x. Pokoknya dewasa banget!! (sengaja dikasih tanda seru karena ini menjadi peringatan)
5. Pesan
Banyak sekali pesan moral dalam drama ini. Walaupun banyak adegan dewasa, tapi pesan drama ini menyentuh banget. Di drama ini diajarkan bahwa orang yang mempunyai gangguan mental tidak harus diacuhkan, dikucilkan atau bahkan di bully. Gangguan mental itu sebuah penyakit, dan penyakit selalu ada obatnya. Lalu kita sebagai orang "normal", apakah yakin jiwa kita sehat? Banyak penyakit jiwa yang tidak terlihat dan jika dibiarkan akan menjadi parah. Seringkali kita menanyakan kabar orang lain sehingga lupa menyanyakan kabar diri sendiri. Dan pesan yang paling oke banget adalah "menerima kekurangan pasangan masing-masing dan membuatnya menjadi sempurna dan lebih sempurna". Seperti Jang Jeo Yeol dan Ji Hae Soo yang mempunyai gangguan mental tapi sama-sama membantu untuk menyembuhkan. Saling melengkapi dan tidak egois. Oh iya satu lagi, di drama ini Jang Jeo Yeol dan Ji Hae Soo sering banget bertengkar karena masalah spele dan akhirnya menjadi masalah besar, namun mereka selalu bisa menemukan cara untuk keluar dari masalah itu. Entah Jang Jeo Yeol yang ngalah atau sebaliknya. Pokokknya mereka berdua tidak egois dan pandai mengalah demi kebahagiaan pasangan.
Sekian review dari saya, maaf kalau ada salah tulis. Recommend banget nih drama buat kalian pecinta drama korea. WAJIB di tonton :)
Salam hangat dan bahagia selalu -Ginna.
Salam hangat dan bahagia selalu -Ginna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar